Tahukah Anda..?

#19 : Waktu-waktu yang Dilarang untuk Shalat
(1) Sesudah shalat Subuh sampai terbit matahari. Abu Hurairah mengatakan, “Nabi Muhammad telah melarang shalat sesudah shalat Subuh hingga terbit matahari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(2) Sesudah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari. Abu Hurairah mengatakan, “Rasulullah melarang shalat sesudah shalat Ashar.” (HR. Bukhari)
(3) Pada saat istiwa (tengah hari) selain hari Jum’at. Abu Hurairah mengatakan, “Rasulullah telah melarang shalat pada waktu tengah hari tepat sampai tergelincir matahari, kecuali hari Jum’at.” (HR. Abu Daud)



#18 : Sembilan Karunia Bagi yang Ber-Tahajjud

Diriwayatkan oleh Umar bin Khattab ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa sholat di waktu malam dan menyempurnakan sholatnya maka baginya dimuliakan oleh Allah SWT dengan sembilan karunia, lima diberikan di dunia dan empat diberikan di akhirat.”
Lima yang diterimanya di dunia adalah dilindungi oleh Allah dari segala bencana/penyakit, terlihat tanda-tanda ibadah di wajahnya, dicintai oleh hamba-hamba Allah, dilancarkan lidahnya mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah, dan diberi pengetahuan fiqh.
Sedang empat yang diterimanya di akhirat adalah dibangunkan dari kubur dengan wajah berseri-seri, dipermudah hisab baginya, melewati Shirath al-Mustaqim secepat kilat, dan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanannya.



#17 : Siapakah Orang yang Paling
Cerdi
k?
Abdullah bin Umar menceritakan, “Aku pernah mendatangi Nabi SAW sebagai orang yang ke sepuluh (terakhir) dari sepuluh orang yang mendatangi baginda pada saat itu. Kemudian seorang dari kaum Anshar berdiri dan bertanya, ‘Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang paling cerdik dan terkuat pendiriannnya?’. Baginda Nabi menjawab, “Orang yang terbanyak mengingat kematian dan yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang paling cerdik, dimana mereka berangkat dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.” (HR. Thabrani)



#16 : Rahasia Di Balik Shalat Dhuha

Shalat Dhuha mengandung manfaat yang sangat besar. Nabi bersabda dalam Hadist Qudsi, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat Dhuha, karena dengan shalat tersebut Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani). Nabi juga bersabda, “Barangsiapa melakukan dua rakaat shalat Dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosanya diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)



#15 : Nama yang Paling Disukai Allah SWT

Menurut sebuah hadist Rasulullah SAW, bahwa nama yang paling baik diberikan kepada anak-anak dari kaum muslimin ialah nama para nabi. Nama yang lebih afdhal (utama) dan disukai Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sedangkan nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit).
Pilihlah nama yang dianjurkan oleh Islam atau sekurang-kurangnya nama yang membawa maksud yang baik. Nama merupakan doa atau harapan dari orang yang memberikannya.



#14 : Marah dan Sedih Menyebabkan Penyakit

Ibnu Abbas ra. pernah mendapatkan sebuah pertanyaan, “Mana lebih berbahaya bagi fisik, perasaan marah atau sedih?” Ia menjawab, “Keduanya memiliki potensi yang sama, karena mengalir pada saluran yang sama.”
Para ilmuan lalu berpendapat bahwa keduanya dapat meningkatkan hormon yang diproduksi oleh anak ginjal (adrenalin), dan keduanya mengakibatkan tekanan darah naik (hipertensi) dan membahayakan liver.



#13 : Memanggil Orang dengan Kata-Kata “Hai Kafir!”

Apabila Anda hendak memanggil orang lain dengan kata-kata “Hai orang kafir!” atau “Hai musuh Allah!”, maka berpikirlah lebih dulu dua kali, karena jika yang dipanggil ternyata bukan orang kafir atau musuh Allah, niscaya Andalah orang kafir dan musuh Allah yang sebenarnya.
Seperti pada sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Siapa yang memanggil seseorang dengan kata-kata ‘Hai kafir!’ atau ‘Hai musuh Allah!’, padahal yang dipanggil tidaklah demikian, maka kata-katanya itu akan kembali kepada dirinya.”



#12 : Melawan Kerasnya Hati dengan Dzikir

Banyak bicara dapat mencelakakan seseorang. Karenanya Rasulullah SAW mengingatkan, “Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia dari rahmat Allah adalah yang hatinya keras.” (HR. Tirmidzi)



#11 : Faedah Ketenangan

Ketenangan mempunyai banyak kegunaan. Seperti dikatakan Ibnul Qayyim, ketenangan bisa melahirkan kekhusyukan dalam ketaatan dan kesadaran dalam beribadah. Ketenangan membuat kita berintrospeksi, menerima terhadap ketetapan Allah, bersikap hati-hati, menempatkan akal di depan lidahnya, berbicara dengan pertimbangan, meredam nafsu dan emosi, dan bertindak dengan penuh arif dan bijaksana.



#10 : Pelepas Ikatan Setan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu pada waktu tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dikatakan, ‘Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.’ Apabila ia bangun dan ingat (berdzikir) kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan (lagi). Dan jika ia mengerjakan shalat, maka terlepaslah seluruh ikatannya. Ia akan memasuki pagi hari dengan giat dan segar jiwanya. Jika tidak, maka ia memasuki pagi dengan jiwa yang buruk dan malas.”



#9 : Keutamaan Istighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah mempunyai banyak keutamaan. Di antaranya terekam dalam sabda Nabi SAW berikut, “Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan, dan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).



#8 : Tidak Ada Sedih, Tanda Matinya Hati

Ibnu Athaillah dalam Kitab al-Hikam menjelaskan bahwa salah satu tanda matinya hati adalah hilangnya rasa sedih dalam hati, “Di antara tanda-tanda hati yang mati, ialah tidak ada rasa sedih dalam hati, apabila telah kehilangan kesempatan untuk taat kepada Allah, tidak juga menyesal atas perbuatan (kelalaian) yang telah dilakukannya.”



#7 : Tiga Penyebab Sikap Riya

Dr. Aid Abdullah al-Qarni berkata dalam Kitab Tuhaf Nabawiyyah bahwa riya itu muncul karena tiga hal. Pertama, karena lemahnya muraqabah (perasaan diawasi) oleh Allah. Kedua, karena menuntut apa yang ada pada manusia seperti menuntut warisan, pangkat, harta, dan sebagainya. Akibatnya, yang ada dalam pikirannya hanya sebatas persoalan dunia. Ketiga, karena panjang angan-angan dan lamban dalam mencari apa yang disukai oleh Allah.



#6 : Berharga Tapi Sia-Sia

Khalifah Utsman bin Affan r.a. berkata : “Ada sepuluh hal yang dianggap sia-sia, yaitu : Orang pandai yang tidak pernah dimintai pendapatnya; Ilmu yang tidak diamalkan; Pendapat benar yang tidak diterima; Senjata yang tidak pernah dipakai; Masjid yang tidak dipakai sholat (beribadah); Mushaf (Al-Qur’an) yang tidak pernah dibaca; Harta yang tidak dibelanjakan (diinfaqkan); Kuda (kendaraan) yang tidak dinaiki; Ilmu zuhud bagi orang yang mencintai dunia; Dan umur panjang yang tidak digunakan untuk memperoleh bekal perjalanan (akhirat).”



#5 : Makna Nama Iblis dan Setan

Iblis memiliki makna ablasa-yublisu aayisahu minal khair, yang berarti putus asa dari kebaikan. Sedangkan setan berasal dari kata syaitona ba’du, yang berarti jauh kedurhakaannya / jauh dari tabiat kemanusiaan dan dari batas kewajaran. Oleh karena itu wajar jika perbuatan putus asa dan durhaka diidentikkan dengan perbuatan setan atau iblis.



#4 : Kunci Surga

Diriwayatkan oleh Baiquni dari Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah bersabda kepadanya sewaktu beliau mengutusnya ke Yaman, “Sesungguhnya kamu nanti akan bertemu dengan kaum Ahli Kitab, lalu mereka akan bertanya kepadamu tentang kunci surga. Jawablah bahwa kuncinya adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illalloh).



#3 : Siapakah Musuh Manusia?

Musuh manusia ada 2 macam golongan, yaitu manusia dan jin. Menghadapi musuh yang berupa manusia, maka Allah menyuruh kita untuk bertenggang rasa dan berbuat baik kepadanya dengan harapan dapat berdamai dan mengakhiri permusuhannya. Adapun dengan musuh yang berupa setan (dari golongan jin), maka Allah menyuruh kita beristi’adzah. Setan walau bagaimanapun tetap tidak mau menerima kebaikan-kebaikan dan hanya menginginkan kerusakan dan kehancuran manusia karena ia merupakan musuh manusia yang abadi.



#2 : Pribadi yang Bermartabat

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, “Barangsiapa yang menjadikan dirinya seorang pemimpin, harus mengajar dirinya terlebih dahulu sebelum mengajar orang lain. Setelah itu, dia harus mendisiplinkan masyarakat melalui perilakunya sendiri. Baru setelah itu dia harus mengajar orang lain melalui lidahnya. Orang yang mengajar dan mendisiplinkan dirinya lebih bermartabat dan lebih terhormat daripada orang yang mengajar dan mendisiplinkan orang lain tapi melupakan dirinya.



#1 : Sabar Hanyalah pada “Benturan” Pertama

Anas r.a. meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan seorang perempuan yang sedang menangis di sisi kubur anaknya. Rasul pun berkata “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!” Akan tetapi si perempuan itu malah membentak Nabi, “Menyingkirlah engkau dari hadapanku! Engkau tidak merasakan musibah yang aku alami dan juga tidak mengerti perasaanku.” Ketika si perempuan itu tahu kalau yang menegur tadi adalah Rasul SAW, ia pun segera meminta maaf, dan Rasul pun bersabda, “Sesungguhnya beratnya sabar adalah hanya pada benturan pertama.”

FORSIS – lebih dekat, lebih bersahabat 

Iklan