THROWBACK CIR 2017 : “Menggapai Prestasi dan Menjadi Insan yang Robbani”


CIR (Civil in Ramadhan) merupakan salah satu program kerja unggulan FORSIS FT-UB, dimana kegiatan CIR ini bertujuan untuk memperindah jalannya bulan Ramadhan khususnya di lingkungan Teknik Sipil FT-UB dan juga untuk menambah kegiatan-kegiatan yang bersifat Islami selama puasa Ramadhan di lingkungan Teknik Sipil FT-UB supaya berwarna dan semakin berkah.

Serangkaian kegiatan CIR dilaksanakan selama beberapa hari selama bulan Ramadhan yang diawali dengan kegiatan “One Week One Juz” yang dilaksanakan rutin di sekretariat FORSIS FT-UB selama bulan Ramadhan. Kegiatan “One day One Juz” ini bertujuan agar selama bulan Ramadhan khususnya KBMS bisa lebih banyak menambah amalan-amalan baik serta puasanya dapat lebih berkah. Acara selanjutnya yang tak kalah menarik yakni Ngabuburit bareng KBMS yang dilaksanakan di depan Gedung A Teknik Sipil FT-UB yang dimulai setelah shalat Ashar berjama’ah sambil menunggu waktu berbuka puasa dan dilanjutkan berbuka puasa bersama KBMS.

DSC_0199

Acara selanjutnya yang sayang untuk dilewatkan yakni kegiatan SOTR (Sahur On The Road). Kegiatan SOTR ini dimulai sekitar pukul 01.30 pagi dengan rute mulai dari daerah Universitas Brawijaya menuju ke area Alun-Alun Kota Malang. Acara SOTR ini bertujuan untuk berbagi makanan sahur dengan sesama yang membutuhkan dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim khususnya dari KBMS sendiri. Acara SOTR ini berakhir di Alun-Alun Kota Malang dan dilanjutkan dengan menyantap sahur bersama. Setelah SOTR ini biasanya kegiatan dilanjutkan dengan shalat Subuh berjama’ah di Masjid Agung Jami’ Kota Malang.

Rangkaian acara terakhir CIR sekaligus salah satu bagian acara termegahnya adalah bakti sosial di panti asuhan. Bakti sosial ini mempunyai tujuan utama yakni berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim-piatu serta kaum dhuafa agar mereka dapat melaksanakan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri dalam keadaan bergembira. Bakti sosial ini dilakukan di panti asuhan di daerah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dengan adanya bakti sosial ke panti asuhan ini maka berakhirlah juga rangkaian kegiatan acara CIR (Civil In Ramadhan) FORSIS FT-UB ini. Semoga rangkaian acara ini dapat menjadi berkah dan menambah pahala dari puasa Ramadhan kita.

Iklan

OREO 2018 : Generasi Baru Penerus Dakwah


OREO (Open Recruitment Training and Organizing) merupakan salah satu program kerja FORSIS FT-UB, kegiatan OREO ini bertujuan untuk mencari dan melatih anggota baru pengurus FORSIS untuk melanjutkan tongkat estafet kepengurusan organisasi.

oreo 2842018_180510_0027Serangkaian kegiatan OREO dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 28 – 29 April 2018, dimana sebanyak 11 orang ikhwan dan 2 orang akhwat mengikuti kegiatan OREO pada hari pertama yang dilaksanakan di ruang SG Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Acara dibuka dengan sambutan dari ketua jurusan Dr. Eng.Alwafi Pujirahardjo. MT. Pada hari pertama terdiri beberapa materi antara lain materi pertama “Keimanan dan Ketauhidan yang Kuat” disampaikan oleh Ir. Ludfi Djakfar MSCE., Ph.D, dilanjutkan materi kedua “Pribadi Pemuda Muslim” disampaikan oleh Eko Andi Suryo, ST, MT, PhD.

Kemudian dilanjutkan materi tentang “Pemuda: Penerus Perjuangan Dakwah Islam” oleh Ustd. Muafa Abu Haura, sebelum dilanjutkan materi peserta diberikan waktu ISHOMA, kemudian dilanjutkan materi terakhir oleh Mukhamad Redianto (S’14) tentang “Manajemen Keorganisasian”. Acara berikutnya adalah games untuk peserta sekaligus perkenalan kepungurusan FORSIS-FT UB Periode 2018/2019 Kabinet Fastabiqul Khoirot. Kegiatan acara hari pertama ditutup dengan foto bersama dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Hari kedua rangkaian acara OREO adalah rihlah (jalan-jalan) yang bertempat di Coban Talun, Kota Batu. Rihlah ini bertujuan agar ukhuwah(persaudaraan) setiap anggota Forum Studi Islam Sipil bertambah rekat dan semakin solid untuk kedepannya. Acara hari kedua dimulai dengan pemberangkatan peserta dan panitia menggunakan mobil pribadi. Setelah sampai di lokasi, terjadi kendala di lokasi bukit Teletubbies yaitu kondisi cuaca yang masih terik dan tidak ada tempat untuk berteduh kemudian kegiatan dialihkan sebentar ke coban talun sekitar 10 menit dari lokasi bukit teletubbies sembari menunggu cuaca berawan. Sesampainya di lokasi coban kegiatan dimulai dengan membaca doa yang dipimpin oleh saudara Muhammad Fathurrohman selaku Ketua Umum Forum Studi Islam Sipil periode 2018.

Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan menuju lokasi Coban. Sesampainya di Coban, peserta dan panitia melakukan sholat Dhuhur terlebih dahulu mengingat saat itu sudah memasuki waktu Dhuhur. Selepas sholat, peserta diberikan gamesmemanah yang sudah tersedia disana. Selepas memanah, peserta dan panitia melakukan tadabbur alam dengan mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT. berikan diselingi dengan foto bersama yang dilakukan didekat Coban.

Setelah itu, peserta dan panitia berangkat menuju tempat tujuan utama yaitu ke Bukit Teletubbies yang berada di Kota Batu. Kegiatan yang dilakukan terpisah antara ikhwan dan akhwat, dimana ikhwan melakukan kegiatan bermain bentengan yang bertujuan untuk menjalin kekompakan serta kerjasama yang baikantara peserta dan panitia. Sedangkan akhwat bercerita sembari berfoto untuk mengakrabkan diri dan saling mengenal satu sama lain. Kegiatan rihlah OREO berakhir pada pukul 16.00 WIB dan kembali pulang menuju Kampus Universitas Brawijaya.

Rihlah Oreo 2018_180510_0004

STRUKTUR KEPENGURUSAN FORSIS


PERIODE 2016-2017

Majelis Syuro :

Mahardhika N Wanda  (Teknik Sipil ’13)

Achmad Prayogo (Teknik Sipil ’13)

Kholilurrohman (Teknik Sipil ’13)


Ketua Umum              : 
Mukhamad Redianto  (Teknik Sipil ’14)

Sekretaris Umum     : Naila Mahdiana (Teknik Sipil ’14)

Bendahara Umum    : Wentri Asri Suryanda (Teknik Sipil ’14)


DEPARTEMEN PENGEMBANGAN SDM

Ketua Departemen                  :  Rudi Yulianto  (Teknik Sipil ’14)

Sekretaris Departemen         :  Muhammad Fathurrohman (Teknik Sipil ’15)

Anggota :

  • Nur Hilmy Dhiya’ul Azis (Teknik Sipil ’15)
  • Rizkishoiful Kodri (Teknik Sipil ’15)
  • Ardian Subhan Maulana (Teknik Sipil ’15)
  • andrianna rahmadika (Teknik Sipil ’15)
  • Rafdy (Teknik Sipil ’16)
  • Mochamad Arief Rachman Hakim (Teknik Sipil ’16)
  • Khairul Arifin (Teknik Sipil ’16)
  • G. Rasyid Permana (Teknik Sipil ’16)

 

DEPARTEMEN SYIAR

Ketua Departemen                  : Bagus Akbar Maulana (Teknik Sipil ’15)

Sekretaris Departemen         :  Rizal Adhit Laksono (Teknik Sipil ’15)

Anggota :

  • Fiqi Rahmantyo (Teknik Sipil ’15)
  • adithia ramadhani (Teknik Sipil ’15)
  • Bilqis Anjanaa Mumtaz Aly (Teknik Sipil ’15)
  • I Putu Leo Pramana (Teknik Sipil ’16)
  • Muhammad Reza Mahendra (Teknik Sipil ’16)
  • Afif Fakhri Ahmi (Teknik Sipil ’16)
  • Fadilah Setiawan  (Teknik Sipil ’16)
  • Keanu Adiwicaksono (Teknik Sipil ’16)

 

DEPERTEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT

Ketua Departemen                  : Faishal Iqbal (Teknik Sipil ’15)

Sekretaris Departemen         :  Achmad Yusar Dzakwan (Teknik Sipil’14)

Anggota :

  • Eka Fajar P (Teknik Sipil ’14)
  • Albanny Tennyson (Teknik Sipil ’15)
  • Faiq Putra Nusantara (Teknik Sipil ’15)
  • Muhammad Fahmi Lutfi (Teknik Sipil ’15)
  • Muhammad Reza Azhari (Teknik Sipil ’15)
  • Muhammad Ainur Rofiq (Teknik Sipil ’15)
  • ilfan fawait (Teknik Sipil ’15)
  • Aldy Zinedine Hedyanto (Teknik Sipil ’16)

 

DEPARTEMEN KEWIRAUSAHAAN DAN KESEKRETARIATAN

Ketua Departemen                 : Robby Fredyanto (Teknik Sipil ’14)

Sekretaris Departemen         :  Desi Budiawati (Teknik Sipil’14)

Anggota :

  • Herdian Yunihartanto (Teknik Sipil ’14)
  • Akbartino Jihadagama (Teknik Sipil ’14)
  • Ajit Rachmatsyah (Teknik Sipil ’15)
  • Muhammad syahrul munir (Teknik Sipil ’15)
  • Habibatul Amiroh (Teknik Sipil ’15)
  • Dhimas F. Satriopratomo (Teknik Sipil ’15)
  • Jafar Aji Pramono (Teknik Sipil ’16)
  • Dani Ramadhani (Teknik Sipil ’16)

 

DEPARTEMEN KEPUTRIAN

Ketua Departemen                  :  Ardya Perdani Ika Sari (Teknik Sipil ’15)

Sekretaris Departemen         :  Indah Fitria Rahami (Teknik Sipil ’15)

Anggota :

  • Kharimatul Aqli (Teknik Sipil’14)
  • Ma’rifatul Mauzudah (Teknik Sipil’14)
  • Redita Putri Rudiyanto (Teknik Sipil ’14)
  • Nurmadinah J (Teknik Sipil ’15)
  • Fahima  Wulandari (Teknik Sipil ’16)

Berkenalan dengan Sang Penakluk Kerajaan Konstantinopel, “Sultan Muhammad Al-Fatih – Mehmed II”


Sultan Muhammad Al-Fatih atau yang juga dikenal sebagai Sultan Mehmed II. Beliau dikenal sebagai tokoh yang penakluk kerajaan Byzantium atau Konstantinopel. Nama Muhammad Al-Fatih (الفاتح) yang berarti “Sang Penakluk” yang lahir pada tanggal 30 Maret 1432 dan wafat tanggal 3 Mei 1481. Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq. Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya. Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.
sultan_mehmed_fatih4324
Usaha Sulthan dalam Menaklukkan Konstantinopel
Istanbul atau yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, adalah salah satu bandar termasyhur dunia. Bandar ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam khususnya pada masa Kesultanan Utsmaniyah, ketika meluaskan wilayah sekaligus melebarkan pengaruh Islam di banyak negara. Bandar ini didirikan tahun 330 M oleh Maharaja Bizantium yakni Costantine I. Kedudukannya yang strategis, membuatnya punya tempat istimewa ketika umat Islam memulai pertumbuhan di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah beberapa kali memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam seperti dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada perang Khandaq.Para khalifah dan pemimpin Islam pun selalu berusaha menaklukkan Kostantinopel. Usaha pertama dilancarkan tahun 44 H di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu ‘Anhu. Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khilafah Umayyah. Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun 190 H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656 H, usaha menawan Kostantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arselan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos (Romanus IV/Armanus), tahun 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.Awal kurun ke-8 hijriyah, Daulah Utsmaniyah mengadakan kesepakatan bersama Seljuk. Kerjasama ini memberi nafas baru kepada usaha umat Islam untuk menguasai Konstantinopel. Usaha pertama dibuat di zaman Sulthan Yildirim Bayazid saat dia mengepung bandar itu tahun 796 H/1393 M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Bayazid untuk memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan Konstantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya menemui kegagalan karena datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol di bawah pimpinan Timur Lenk.Selepas Daulah Utsmaniyyah mencapai perkembangan yang lebih maju dan terarah, semangat jihad hidup kembali dengan nafas baru. Hasrat dan kesungguhan itu telah mendorong Sultan Murad II (824-863 H/1421-1451 M) untuk meneruskan usaha menaklukkan Kostantinopel. Beberapa usaha berhasil dibuat untuk mengepung kota itu tetapi dalam masa yang sama terjadi pengkhianatan di pihak umat Islam. Kaisar Bizantium menabur benih fitnah dan mengucar-kacirkan barisan tentara Islam. Usaha Sultan Murad II tidak berhasil sampai pada zaman anak beliau, Sultan Muhammad Al-Fatih (Mehmed II), sultan ke-7 Daulah Utsmaniyyah.

Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mencermati usaha ayahnya menaklukkan Kostantinopel. Bahkan beliau mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta pada tahun 855 H/1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar tadi. Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil, dia dididik secara intensif oleh para ‘ulama terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Isma’il Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ‘ulama untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diterima oleh Amir Muhammad. Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika membantah perintah gurunya.

Waktu bertemu Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh Sulthan, Amir Muhammad tertawa. Dia lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani. Peristiwa ini amat berkesan pada diri Amir Muhammad lantas setelah itu dia terus menghafal Al-Qur’an dalam waktu yang singkat. Di samping itu, Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Dia mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu agama seperti Al-Qur’an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya.

Syeikh Ak Samsettin lantas meyakinkan Amir Muhammad bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam hadits pembukaan Kostantinopel. Ketika naik takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Semsettin untuk menyiapkan bala tentara untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan itu memakan waktu selama 54 hari. Persiapan pun dilakukan. Sultan berhasil menghimpun sebanyak 250 ribu tentara. Para mujahid lantas diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terkait pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam.

Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur’an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala. Mereka memperbanyak shalat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka. Biografiku.com

Allahuakbar !!

PENDATAAN ALUMNI FORSIS FT UB


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, pada kepengurusan FORSIS FT UB periode tahun ini, kami memiliki rencana untuk mulai merekatkan ikatan alumni FORSIS agar terus terjalin silaturahmi yang baik antar alumni maupun dengan pengurus FORSIS saat ini

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”. [Muttafaqun ‘alaihi].

,dengan mengisi form pendataan alumni berikut ini :
https://drive.google.com/open…

untuk hasil pendataan dapat diakses melalui Blog FORSIS FT UB (forsisftub.wordpress.com/data-alumni-forsis-ft-ub-3/)

Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi dari mas2 dan mbak2 alumni FORSIS FT UB sangat diharapkan dalam mewujudkan rencana kami ini.

Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Subhanallaah, Ilmuan ini Masuk Islam Setelah Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!


Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah
Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah). (IslamIsLogic.wordpress.com )